Blitar- Sejarah kurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putra beliau, Nabi Ismail, melalui mimpi. Setelah mengalami mimpi yang sama untuk ketiga kalinya, ia menyimpulkan bahwa mimpi tersebut merupakan perintah dari Allah SWT. Nabi Ibrahim AS pun menceritakan mimpinya kepada Nabi Ismail dan istri, Siti Hajar. Keduanya tampak sedih, tetapi sadar bahwa perintah Allah SWT harus dijalankan. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berangkat untuk menjalankan perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim tetap teguh pada niatnya meski setan berusaha menggagalkan niatnya. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melanjutkan perjalanan hingga mencapai Bukit Malaikat di Mina. Di bukit ini Nabi Ibrahim mulai mengasah pisaunya dan menyuruh Nabi Ismail berbaring di atas batu datar. Saat pisau hendak mengenai leher Ismail, Malaikat Jibril datang dan menghentikannya atas perintah Allah SWT. Setelah Malaikat Jibril menyampaikan risalah Allah SWT, datanglah seekor kambing yang sehat dan gemuk berlari dari puncak bukit. Kemudian Nabi Ibrahim menangkap seekor kambing dan menyembelihnya sambil menyebut nama Allah SWT. (Dikutip dari buku 100 Kisah Fantastis dari Al-Qur`an dan Hadis karya Walidah Ariyani).
Meneladani kisah nabi Ibrahim tersebut, MTsN 1 Blitar ajari siswa-siswi berkurban. Tiga ekor sapi disembelih pada hari Tasyrik, 11 Dzulhijjah bertepatan Senin, 18 Juni 2024. Dua ekor sapi dari siswa-siswi dan satu ekor sapi dari bapak/ibu guru ini disembelih di halaman Gedung Olah Raga (GOR) MTsN 1 Blitar. Kegiatan ini diketuai oleh Drs. Ahmad Syaekhoni, M.M. Kegiatan sembelih berlangsung sejak pukul 06.30 WIB. Kurban merupakan ibadah yang berdimensi spiritual dan sosial. Selain bertaqorrub kepada Allah, kurban merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, sebanyak kurang lebih 450 bungkus daging kurban dibagikan siswa-siswi kepada warga di lingkungan madrasah, pondok pesantren, dan siswa-siswi yang kurang mampu. Hal ini untuk melatih siswa-siswi peka terhadap kondisi saudara-saudara kita yang membutuhkan dan sebagai bentuk ukhuwah dengan masyarakat di lingkungan madrasah.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Barang siapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya telah menyempurnakannya dan sampai pada sunah umat Islam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tinggalkan Komentar