MENOLAK TAK BISA !

Samsuri, S.Ag, M.Pdi dan Muhammad Agus Wahyudi, S.Pd, penulis pendatang baru di MTsN 1 Blitar Jawa Timur yang karyanya sangat luar biasa. Berawal dari kegiatan “Workshop Literasi Rahasia Produktif Menulis” yang diselenggarakan Tim Literasi MTsN 1 Blitar pada tanggal 26 Oktober 2020 dengan mendatangkan pembicara Bapak Nyuwan S Budiana seorang penulis dan penerbit, serta bersamaan dengan launching beberapa buku karya guru dan siswa-siswi MTsN 1 Blitar Jawa Timur.


Pada kesempatan itu mas Nyuwan (kami memanggil) menyampaikan motivasi dan beberapa trik betapa mudah menulis sebuah buku dan selalu produktif. Paling seru di sesi tanya jawab, banyak pertanyaan muncul dari peserta yang menandakan antusiasme peserta untuk menulis. Di akhir sesi mas Nyuwan memberikan kesempatan pada peserta untuk membuat judul dan akan diseleksi, bagi 3 peserta yang memiliki judul menarik akan dipilih dan difasilitasi gratis menerbitkan buku berISBN dalam jangka waktu satu bulan.
Tiga judul telah dipilih mas Nyuwan, dua diantaranya milik Pak Samsuri dan Pak Muhammad Agus Wahyudi dengan masing masing judul ” Muridku Investasiku” dan “Karakter Asmaul Husna” (Renungan Nilai-Nilai Menjadi Pribadi Positif). Pada kesempatan ini Saya diberi kesempatan untuk menjadi penyunting. Dengan bismillahirrahmannirrahim kami bertiga memulai sekaligus “menolak kata tidak bisa” (tidak bisa menulis maupun tidak bisa menjadi penyunting). Dalam benak jika berusaha pasilah ada hasil.
Pak Samsuri, menuangkan ide dan pendapatnya dalam bentuk tulisan hingga dalam waktu sebulan dapat selesai tuntas. Buku yang berjudul “Muridku Investasiku”memberikan ilmu dan wawasan bagi pembaca tentang dunia pendidikan.
Sekilas isi yang termuat dalam buku itu menjabarkan seorang guru sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan, di samping orang tua dan elemen-elemen lainnya. Kesuksesan pendidikan tanpa tanpa keterlibatan aktif para guru, maka pendidikan itu akan kosong dari materi, esensi dan substansi. Secanggih apapun kurikulum, visi, misi, dan kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas pendidikan sulit berkembang bahkan bisa merosot. Dengan niat yang baik dan ditunjang keilmuan yang cukup bagi seorang guru, akan dapat menghasilkan murid-murid menjadi generasi yang berkualitas, tangguh, yang menguasai dan menundukkan masa depan.
Pak Muhammad Agus Wahyudi, menguraikan karakter Asmaul Husna dalam renungan nilai-nilai menjadi pribadi positif dengan menerapkan nilai-nilai Asmaul Husna. Bukan sekedar menghafal, menyebut atau mengucapkan dalam doa-doa kita.
Melatih diri dengan cara setiap hari memilih salah satu sifat Allah secara bergantian. Menentukan komitmen dan perilaku aplikatif yang sesuai dengan sifat tersebut untuk kita aplikasikan pada kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata meskipun kecil dan sepele.
Dua karya tersebut dilaunching di MTsN 1 Blitar bersamaan dengan pelaksaan Mini Workshop Menulis dalam rangka memperingati hari guru ke-75 dengan mengambil tema “Semua Guru Bisa Menulis” yang dilaksanakan pada tanggal, 10 Desember 2020. Semoga dapat memberikan motivasi pada semua, khususnya warga MTsN 1 Blitar Jawa Timur untuk mencetuskan ide-ide dan karya-karya Literasi. Tidak ada kata tidak mungkin, demikian juga tidak ada kata tidak bisa jika kita berusaha menolaknya.
Menolak tidak bisa Menulis!
Salam Literasi...

Telp Kantor

 (0342) 556134